<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3876798201422275268</id><updated>2011-11-27T16:13:44.254-08:00</updated><title type='text'>Akidah Ahlak Islam</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://akidahahlak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3876798201422275268/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akidahahlak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Deni Rudiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03632049162659651462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Au65ZvDOp6k/She3IBoz78I/AAAAAAAAAB4/I5X4Vwflhhg/S220/Deni.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3876798201422275268.post-633360487032155980</id><published>2009-05-22T22:03:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T06:09:48.506-07:00</updated><title type='text'>Kerusakan Ahlak</title><content type='html'>Apakah yang dimaksud dengan kerusakan yang dilarang oleh ayat itu?Kerusakan (fasad)adalah lawan kata dari perbaikan (Ishlah) aqidah, ibadat hukum,ahlak dan adab.perbaikan juga terdapat pada manusia, binatang, tumbuhan dan pada bahan tambang, sebagaimana penjelasannya berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kerusakan pada aqidah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;berupa mewariskan akidah serta kepercayaan yang berbau syrik, dan mengajak manusia untuk melakukan serta menyebarkannya ketengah-tenngah masyaraka, diperhalusnya methode penyaiaranya serta akhirat di senangi oleh orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kerusakan pada ibadat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dengan mengajak manusia untuk meninggalkan atau melalaikan ibadah,menganggapnya enteng serta menyibukan manusia agar menjadi lalai dalam ibadah. merusak ibadah juga mengada-ngadakan  tambahan yang diluar ketentuan agama, seta mencampur dengan bid'ah dan syirik dalam ibadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kerusakan dalam hukum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dengan tidak memberlakukannyah serta menukrnya dengan hukum yang lain, selain syriat Alloh. atau mmenginterpretasikannya dengan keinginan sendiri diluar tafsiranya yang benar, atau memberlakukanyah jauh dari tuntunan Alloh dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kerusakan pada ahlak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu menjuhkan diri dari tutntutan ahlak yang baik, jauhdari masyararakat dengan segala macam alasan,menghidupkan kebiasaan(teradisi) yang tidak baik atau berbut yang tidak sopan, boohong, khianat, sombong dan congkak, suka mencaci, bangkang  dan keras kepala.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kerusakan dibidang adab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu dengan sikap yang angkuh, tidak memperdulaiakan hukum dan norma-norma agama, jaha, suka berbuat kotor, menyakiti orang lain, bersikap yang tidak bermoral, tidak ada perasaan malu, bersikap muunafik dan semberono.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kerusakan pada insan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu dengan menghinakannya, menjauhakan kehormatannya atau menghancurkan martabatnya, memukul atau salah satu anggota badannya atau melupuhkan(menjadi tidak berfungsi) salah satu indranya. membunuh atau menghabiskan nyawa atau merusak akal fikirannya dengan membius atau menyihirnya. atau apa saja yang merusak martabatnya sebagai insan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kerusakan pada binatang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu menghilagkan salah satu fungsi dan manfa'atnya seperti mengebiri binatang. atau membunuhnya bukan untuk disembelih guna untuk dimakan dan bukan pula jenis binatang yang berbahaya yang harus dibunu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kerusakan pada tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;dengan mencabut serta memotong tanaman tanpa sebab, merusak bunga atau buahnya yang belum masak, dengan tidak menyiraminya dengan air atau apa saja yang merusak pohon, bunga atau merusak putiknya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerusakan pada bahan tambang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;dengan tidak mengambil manfa'atnya, atau menambangnya tidak baik  di baiarkan begitu saja.melarang orang lain untuk memanfa'atkannya. atau mepergunakanya untuk menghancurkan umat manusia, atau memepergunakannya tidak untuk kepentingan umum ataupun keperluan tertentu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3876798201422275268-633360487032155980?l=akidahahlak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akidahahlak.blogspot.com/feeds/633360487032155980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akidahahlak.blogspot.com/2009/05/kerusakan-ahlak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3876798201422275268/posts/default/633360487032155980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3876798201422275268/posts/default/633360487032155980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akidahahlak.blogspot.com/2009/05/kerusakan-ahlak.html' title='Kerusakan Ahlak'/><author><name>Deni Rudiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03632049162659651462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Au65ZvDOp6k/She3IBoz78I/AAAAAAAAAB4/I5X4Vwflhhg/S220/Deni.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3876798201422275268.post-4358374918551487616</id><published>2009-05-16T01:36:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T02:13:40.809-07:00</updated><title type='text'>Pengembangan Akidah Ahlak</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Prinsip-prinsip Pengembangan Aqidah Akhlak &lt;/strong&gt;                   &lt;p&gt;Sesuai dengan kondisi negara, kebutuhan masyarakat, dan berbagaii                      perkembangan serta perubahan yang sedang berlangsung dewasa                      ini, maka dalam pengembangan materi aqidah akhlak, Kami memperhatikan                      dan mempertimbangkan perinsip-prinsip: (1) keimanan, nilai,                      dan budi pekerti luhur; (2) penguatan integritas nasional;                      (3) keseimbangan etika; (4) kesamaan memperoleh kesempatan;                      (5) abad pengetahuan dan teknologi informasi; (6) pengembangan                      keterampilan hidup; (7) belajar sepanjang hayat; (8) berpusat                      pada anak dengan penilaian yang berkelanjutan dan komprehensif;                      dan (9) pendekatan menyeluruh dan kemitraan. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Keimanan, Nilai, dan Budi Pekerti Luhur &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    Keimanan, nilai-nilai, dan budi pekerti luhur yang dianut                      dan dijunjung tinggi masyarakat sangat berpengaruh terhadap                      sikap dan arti kehidupannya. Oleh karena itu, hal tersebut                      perlu digali, dipahami, dan diamalkan oleh peserta didik melalui                      pengembangan kurikulum berbasis kompetensi bidang studi Aqidah                      Akhlak. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Penguatan Integritas Nasional &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    Pengembangan Kurikulum berbasis kompetensi Aqidah Akhlak harus                      memperhatikan penguatan integritas nasional melalui pendidikan                      Aqidah Akhlak yang memberikan pemahaman tentang masyarakat                      Indonesia yang majemuk dan kemajuan peradaban dalam tatanan                      kehidupan dunia yang multikultural dan multi bahasa. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Keseimbangan Etika, Logika, Estetika, dan Kinestetika&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    Keseimbangan pengalaman belajar siswa yang meliputi etika,                      logika, estetika, dan kinestetika sangat dipertimbangkan dalam                      penyusunan kurikulum dan hasil belajar Aqidah Akhlak. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Kesamaan Memperoleh Kesempatan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    Pengembangan Kurikulum berbasis kompetensi mata pelajaran                      Aqidah Akhlak seyogyanya dapat memberdayakan semua peserta                      didik untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap.                      Seluruh peserta didik dari berbagai kelompok seperti kelompok                      yang kurang beruntung secara ekonomi dan sosial, yang memerlukan                      bantuan khusus, berbakat, dan unggul berhak menerima pendidikan                      yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Abad Pengetahuan dan Teknologi Informasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    Keyakinan tauhid, dan kesadaran berakhlak karimah mendasari                      kemampuan berpikir dan belajar dengan mengakses, memilih,                      dan menilai pengetahuan untuk mengatasi situasi yang cepat                      berubah dan penuh ketidakpastian merupakan kompetensi penting                      dalam menghadapi abad ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.                    &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Pengembangan Keteramppilan Hidup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    Kurikulum berbasis kompetensi perlu memasukan unsure keterampilan,                      sikap, dan perilaku adaptif, kooperatif dan kooperatif dalam                      mengahadapi tantangan dan tuntutan kehidupan seharii-hari                      secara efektif. Kurikulum juga perlu mengintegrasikan unur-unsur                      penting yang menunjang kemampuan untk bertahan hidup. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Belajar Sepanjang Hayat &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    Pendidikan berlanjut sepanjang hidup manusia untuk mengembangkan,                      menambah kesadaran, dan selalu beljar memahami dunia yang                      selalu berubah dalam berbagai bidang. Kemampuan belajar sepanjang                      hayat dapat dilakukan melalui pendidikan formal dan non formal,                      serta pendidikan alternatif yang diselenggarakan baik oleh                      pemerintah maupun oleh masyarakat. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Berpusat pada Anak dengan Penilaian yang Berkelanjutan                      dan komprehensif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    Pengembangan Kurikulum Aqidah Akhlak seyogyanya mampu memandirikan                      peserta didik untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri                      sendiri agar mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya.                      Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting                      dalam rangka pencapaian upaya tersebut. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    Semua pengalaman belajar dirancang secra berkesinambungan                      mulai dari level yang paling rendah sampai yang tertinggi.                      Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan pengalaman                      belajar berfokus pada kebutuhan siswa yang bervariasi dan                      mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Keberhasilan pencapaian                      pengalaman belajar menuntut kemitraan dan tanggung jawab bersama                      dari siswa, guru, sekolah, orang tua, perguruan tinggi, dunia                      usaha dan industri, dan masyarakat. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;D. Aspek Pendidikan Akidah Akhlak&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    &lt;/strong&gt;Kami membagi Aspek pendidikan Akidah Akhlaq menjadi                      empat tahapan klasifikasi penyampaian materi berdasarkan umur                      dan pengalaman peserta didik dan disesuaikan dengan jenjang                      pendidikan sebagai berikut : &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;1. Tahapan penyampaian materi berdasarkan Sekolah Dasar atau                      Madrasah Ibtidaiyah&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    2. Tahapan penyampaian materi berdasarkanSekolah Menengah                      Pertama dan Madrasah Tsanawiyah&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    3. Tahapan penyampaian materi berdasarkanSekolah Menengah                      Atas dan Madrasah Aliyah&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    4. Penyampaian materi untuk orang dewasa&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    &lt;/strong&gt;Pada tingkat Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah                      tamatan diharapkan memiliki kompetensi :&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    1. Mengenali dan berprilaku sesuai dengan ajaran aga yang                      diyakini&lt;br /&gt;                    2. Mengenali dan menjalankan hak dan kewajiban diri, beretos                      kerja , dan peduli terhadap lingkungan&lt;br /&gt;                    3. Berpikir secara logis , kritis dan kreatif, serta berkomunikasi                      melalui berbagai media&lt;br /&gt;                    4. Menyenangi keindahan&lt;br /&gt;                    5. Membiasakan hidup bersih, bugar dan sehat&lt;br /&gt;                    6. Memiliki rasa cinta dan b angga terhadap bangsa dan tanah                      air Indonesia &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;Pada tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah                      tamatan diharap memiliki:&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    1. Meyakini, memahami, dan menjalankan ajaran agama yang diyakini                      dalam kehidupan&lt;br /&gt;                    2. Memamhami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya                      dan memanfaatkan lingkungan secra bertanggung jawab.&lt;br /&gt;                    3. Berpkir secara logis, kritis, kratif inovatif, memecahkan                      masalah serta berkomunikasi melalui berbagai media&lt;br /&gt;                    4. Menyenangi dan menghargai seni&lt;br /&gt;                    5. Menjalankan pola hidup bersih, bugar, dan sehat&lt;br /&gt;                    6. Berpartisipasi dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta                      dan bangga terhadap bangsa dan tanah air Indonesia&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;Pada tingkat Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah tamatan                      diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    1. Memiliki keyakinan dan ketaqwaan sesuai dengan ajaran agama                      yang dianutnya&lt;br /&gt;                    2. Memiliki nilai dasar humaniora untuk menetapkan kebersamaan                      dalam kehidupan&lt;br /&gt;                    3. Menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik serta beretos                      belajar untuk melanjutkan pendidikan&lt;br /&gt;                    4. Mengalihgunakan kemampuan akademik dan keterampilan hidup                      di masyarakat lokal dan global&lt;br /&gt;                    5. Berorientasi dan menghargai seni&lt;br /&gt;                    6. Menjaga kebersihan, kesehatan, dan kebugaran jasmani&lt;br /&gt;                    7. Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dalam kehidupan                      bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3876798201422275268-4358374918551487616?l=akidahahlak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akidahahlak.blogspot.com/feeds/4358374918551487616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akidahahlak.blogspot.com/2009/05/al-quran-pembinan-ahlak-mulia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3876798201422275268/posts/default/4358374918551487616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3876798201422275268/posts/default/4358374918551487616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akidahahlak.blogspot.com/2009/05/al-quran-pembinan-ahlak-mulia.html' title='Pengembangan Akidah Ahlak'/><author><name>Deni Rudiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03632049162659651462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Au65ZvDOp6k/She3IBoz78I/AAAAAAAAAB4/I5X4Vwflhhg/S220/Deni.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
